[Kenal Dekat Alumni #1] Disra Agifral – 2005

Disra Agifral, merupakan salah satu alumni Teknik Elektro Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2005. Pria kelahiran Jakarta, Februari 1987 ini mempunyai segudang prestasi semasa kuliahnya. Sebelum “Bang Disra” (panggilan akrab bagi Alumni Teknik Elektro UAI) menamatkan pendidikan S1-nya pada tahun 2010, ia melakukan beberapa kegiatan untuk menunjang kualifikasinya setelah lulus menjadi sarjana, sekaligus sebagai nilai tambah dan pembeda dari lulusan sarjana lainnya. Kegiatan tersebut antara lain menulis dan menghasilkan beberapa paper penelitian tentang sistem kontrol dan sistem komunikasi optik, yang mana kemudian paper-paper tersebut diseleksi untuk dipresentasikan olehnya pada beberapa konferensi yang diadakan di dalam dan luar negeri (salah satunya IEEE  di Singapura).

Sebelum bekerja di perusahaan sekarang, Bang Disra juga sudah pernah bekerja di beberapa perusahaan, seperti di PT. Pasifik Satelit Nusantara (sebagai Staff Balai Monitoring – 2009),  Versacon Medical (Servicom Group) (sebagai Service Engineer – 2010),  Huawei (Selama 2 tahun), Schneider Electric (sebagai Tendering Engineer) termasuk di pemerintahan (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia). Baginya, pindah dari suatu perusahaan atau posisi, bukan hanya karena faktor kompensasi materi dan fasilitas yang ditawarkan lebih baik, tapi juga karena pertimbangan faktor-faktor penting lainnya, salah satunya pengembangan karir. Dan juga, Bang Disra mengatakan bahwa alhamdulillah sejauh itu ia tidak merasakan kesulitan yang berarti dalam mencari pekerjaan, ditambah lagi dengan nama UAI yang semakin lama semakin luas dikenal.

Saat ini, Bang Disra bekerja di General Electric, salah satu perusahaan terbesar dan tertua di dunia yang didirikan oleh Thomas Alfa Edison dengan berbagai macam bidang bisnis seperti aviation (mesin pesawat), healthcare, power, renewable energy, Oil and Gas, dan lain-lain. Dari Oktober 2014 sampai Oktober 2018,  ia menjabat sebagai Project Manager-Installation untuk bidang bisnis Healthcare, khususnya untuk teknologi Digital Imaging. 4 tahun kemudian, dari Oktober 2018 sampai April 2019, Bang Disra diamanatkan sebagai Project Manager-Installation untuk proyek-proyek di wilayah Indonesia dan Malaysia. Dan terhitung April 2019, dipercaya untuk memimpin proyek-proyek dan program-program yang cakupannya lebih luas lagi, yaitu untuk seluruh wilayah ASEAN.

Selama berkuliah di Teknik Elektro UAI, menurutnya lulusan Teknik Elektro bisa masuk ke bidang pekerjaan Engineering atau Non Engineering. Begitu juga dengan posisi di suatu institusi/perusahaan, bisa masuk ke posisi teknikal atau non-teknikal, kecuali posisi yg butuh keahlian khusus, maka perlu pelatihan/sertifikasi tambahan. Sebagai contoh, lulusan Teknik Elektro bisa juga berkembang di perusahaan/institusi yang bergerak di bisnis atau urusan yang terkait elektro (elektrikal/elektronika) maupun yang tidak terkait elektro, bahkan yang tidak terkait dengan engineering seperti sektor pendidikan, keuangan, kewirausahaan, bahkan mungkin di dunia politik, dan lain-lain.

Selain itu, di Teknik Elektro UAI Mahasiswa/i memiliki paper penelitian sehingga memiliki nilai tambah atau pembeda dari lulusan universitas lain. Selama perkuliahan, Bang Disra juga selalu merasa dirinya dimotivasi dalam banyak hal baik secara langsung maupun tidak langsung oleh dosen-dosen di UAI, terutama yang memberinya mata kuliah selama ia menuntut ilmu di UAI sampai saat ini. Selain itu, kakak-kakak tingkatnya di UAI juga membuatnya termotivasi.

Menurut Bang Disra, selama masa kuliah agar mendapatkan nilai IPK yang baik, maka sebaiknya mahasiswa/i harus mencari mata kuliah pilihan yang sekiranya mahasiswa mampu dan yakin akan mendapatkan nilai A dari mata kuliah tersebut. Hal ini bisa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik maupun berdiskusi dengan kakak tingkat.Dan apabila sudah memiliki IPK yang cukup baik, maka cobalah membuat paper penelitian sebanyak-banyaknya yang mana hal ini cukup membuat portfolio lulusan lebih kompetitif. Karena menurutnya, paper penelitian tersebut akan paling berguna untuk melanjutkan perjalanan ke dunia akademik lagi, seperti melanjutkan pendidikan ke pasca sarjana. Tapi pada hakikatnya,  proses seorang mahasiswa S1 dalam membuat paper hingga selesai mempresentasikannya di hadapan banyak pihak, merupakan suatu proses pembentukan mental, pola pikir dan pola kerja mahasiswa tersebut karena pada proses tersebut mahasiswa tersebut perlu mengeluarkan initial idea/topik yang inovatif, target timeline yang di-set sendiri oleh mahasiswa tersebut. Semua itu tidak hanya memerlukan kepintaran ilmu perkuliahan, tapi juga memerlukan kesabaran, sikap proaktif, tidak pantang menyerah bila gagal, keberanian, penyesuaian sikap terhadap masing-masing pihak terkait proses tersebut. Salah satu contoh keberanian yang dimaksud, yakni berani menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tegas saat presentasi di hadapan banyak pihak karena mahasiswa tersebutlah yang paling mengetahui isi papernya. Salah satu contoh kesabaran, yakni sabar bila belum menemukan solusi saat terjadi error dalam simulasi atau pembuatan alat. Sama halnya dengan skripsi, seberapa kesungguhan mahasiswa/i dalam menghadapi dan menjalani skripsinya, bisa mencerminkan bagaimana dia menjalani dunia pekerjaan.

Pesan dari Bang Disra untuk mahasiswa/i Teknik Elektro UAI dalam menghadapi dunia kerja adalah  banyak berdoa dan terus berusaha. Apapun yang didapat itu pasti yang terbaik dari Allah. Selain itu, ketahui minat dalam diri masing-masing mau bekerja di bidang apa, misalnya di bidang pemerintahan (PNS) atau BUMN atau Swasta Nasional ataupun Multinasional. Selain itu juga harus mengetahui mau masuk ke Industri apa yang ingin digeluti. Serta mengetahui minat mengapa berminat ke industry tersebut. Ia menyebutkan dimanapun kita bekerja, niatkan untuk beribadah agar menjadi berkah. 

Akan tetapi, kemanapun lulusan teknik elektro akan bekerja yang paling penting itu adalah semangat belajar dan mencoba sesuatu yang baru harus tinggi, tidak gampang mengeluh, harus memiliki kemampuan komunikasi harus bagus ke internal (atasan, rekan kerja atau tim yg dipimpin) dan ke eksternal, mempunyai integritas yang tinggi, inovatif dan kreatif (membuat/melakukan sesuatu yang lebih produktif dan efektif yang orang lain belum lakukan), dan masih banyak lagi.


mengejar pandangan/gengsi di mata manusia untuk dapat bekerja di suatu perusahaan/institusi tertentu dan mendapat jabatan tertentu tidaklah perlu, karena pandangan yang kita butuhkan hanyalah pandangan di mata Allah Subhaanahu wa Ta’aala, yakni dilihat dari tingkat keimanan dan ketaqwaan kita” – Disra Agrifal