KUNJUNGAN KEWIRAUSAHAAN “FILOSOFI KOPI” MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO UAI

Tentunya sebagai seorang mahasiswa, makna kewirausahaan sudah tidak asing lagi. Kami mahasiwa Teknik Elektro Universitas Al-Azhar Indonesia dalam rangka menumbuhkan semangat berwirausaha, melakukan kunjungan pada salah satu bukti nyata kesuksesan berwirausaha, yaitu pada sebuah kedai kopi di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang bernama “Filosofi Kopi”.

Pada Rabu, 19 April 2017, kami mengunjungi kedai kopi tersebut untuk menemui pemiliknya, Chicco Jerikho dan Rio Dewanto, dan melakukan sebuah wawancara mengenai kiat-kiat sukses berwirausaha.

Kami menanyakan apa yang menjadi ide awal terbentuknya usaha kedai kopi “Filosofi Kopi” tersebut. Menurut Chicco Jerikho, terbentuknya usaha kedai kopi mereka berawal dari novel karya Dewi “Dee” Lestari berjudul Filosofi Kopi yang diangkat ke layar lebar. Cerita dalam novel tersebut dilatarbelakangi oleh makna kopi sebagai minuman keseharian masyarakat Indonesia yang sudah sulit untuk dilepas. Dalam cerita tersebut diperkenalkan sebuah kedai kopi dengan nama yang sama dengan judul novel, yaitu Filosofi Kopi. Dari sanalah, ide berwirausaha membuka kedai kopi mereka coba wujudkan, dan ternyata memberikan hasil yang memuaskan dengan permintaan pasar yang meningkat, sehingga mereka berniat untuk lebih serius mengembangkan usaha tersebut. Dan ternyata sampai sekarang ini, usaha mereka masih tetap eksis terutama di kalangan anak muda.

Lalu, apakah kiat-kiat sukses usaha Filosofi Kopi tersebut?

Menurut Chicco Jerikho dan Rio Dewanto, sebagai seorang pengusaha sukses harus mengembangkan kreativitas dan inovasi baru serta melakukan kiat-kiat sebagai berikut:

    • Selalu mengadakan acara rutin setiap bulan sekali. Karena sebagian besar pengunjung adalah kalangan muda, Filosofi Kopi mengadakan event salah satunya dengan sidewalk folk yaitu sebuah pertunjukan musik agar pengunjung terhibur
    • Melakukan research and development. Melihat apa yang lagi trend dan menambah menu agar ada hal yang baru dan pengunjung tidak merasa bosan
    • Mengembangkan produk baru. Selain menjual kopi, mereka juga memproduksi sekaligus menjual merchandise seperti kaos
    • Menambah kolaborasi atau kerjasama dengan berbagai pihak seperti para penyanyi untuk mengisi event dan bekerjasama dengan hotel.
    • Lebih mementingkan kualitas daripada laba
    • Membentuk teamwork yang bagus sehingga kendala dapat teratasi
    • Learning by doing
    • Jangan mau kalah dengan capek. Berusaha tetap produktif selagi bisa.
    • Menentukan target dan perkiraan omset setinggi mungkin
    • Melihat peluang yang ada di sekitar
    • Memperluas network dengan banyak bertemu dengan client dan menjalin suatu kerjasama yang mutualisme

Dari kegiatan yang sudah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk membuat sebuah usaha baru seperti kedai kopi tidaklah mudah dan banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang serta dilakukan dengan penuh kesungguhan seperti rencana dan persiapan yang matang, berpikir dan bertindak kreatif serta inovatif, mampu melihat peluang dan trend yang terjadi di sekitar, mau selalu belajar dengan tekun dan pantang menyerah, serta yang paling penting adalah teamwork yang solid.Kami sangat berterima kasih kepada Chicco Jerikho dan Rio Dewanto karena telah menyempatkan waktu dan tempatnya untuk sharing kepada kami mengenai ilmu-ilmu berwirausaha. Pertemuan kami dengan mereka membuat kami sadar bahwa berwirausaha itu bukan hanya dari pemikiran yang kreatif saja, tetapi sikap yang ulet dan inovatif. Kami berharap kedepannya mahasiswa di seluruh Indonesia dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan yang serupa dengan apa yang sudah kami sampaikan dan bahkan lebih baik dari itu. Untuk itu, janganlah takut untuk memulai berwirausaha dari hal yang kecil sekalipun. (Mar’atus, Wulan)