Kisah Inspiratif Alumni Penerima Beasiswa S2 ke Thailand – Jerman

Bekti : “Jangan Takut Bermimpi”

Dok.Pibadi/Bekti

     Kuliah ke luar negri merupakan impian terbesar bagi hampir setiap pelajar. Akan tetapi seperti yang kita ketahui bahwa itu bukanlah hal yang mudah. Dengan alasan biaya selama pendidikan yang tidak sedikit, kesulitan berbahasa asing, kesulitan beradaptasi dan berbagai alasan lainnya. Karena hal – hal itulah banyak dari pelajar ragu untuk melanjutkan mimpinya tersebut. Namun semua tidak begitu berpengaruh bagi pemilik nama lengkap Subekti Ari Santoso, S.T, alumni angkatan 2009 yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada tahun 2013 mahasiswa Teknik Elektro Universitas Al Azhar Indonesia ini berhasil mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikannya ke jenjang strata dua (S2) ke luar negeri. Tidak hanya sampai disitu, kesempatannya untuk belajar bahkan sampai ke kedua negara yang berbeda yaitu Thailand dan Jerman. Hal ini didapatkannya dengan beasiswa penuh serta biaya hidup selama menjalani perkuliahan.

     Salah satu motivasi alumni mahasiswa Teknik Elektro ini untuk kembali menempuh pendidikan S2 ialah dengan resmi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN atau biasa dikenal dengan istilah MEA pada akhir tahun 2015 lalu. Menurut Bekti –biasa akrab dipanggil, persaingan global mengharuskan dirinya untuk menyambut dengan memperbaiki kualitas diri seperti skill dan pengetahuannya agar dapat bersaing dengan orang – orang dari negara lain. Namun semua itu tidak akan dapat terwujud jika tidak diiringi dengan usaha yang maksimal, kesungguhan yang luar biasa serta motivasi yang kuat untuk mencapainya.

“Jangan sampai orang – orang Indonesia hanya sebagai penonton MEA, jangan sampai juga kita hanya sebagai bawahan yang diperintah oleh orang lain dari negara lain.”, tuturnya.

 Bak gayung bersambut, informasi program beasiswa ini didapatkannya melalui halaman website http://tggs.kmutnb.ac.th/admission/apply-now/ yang sudah diincarnya sekitar 4 tahun yang lalu. Dengan melalui beberapa tahap seleksi seperti seleksi berkas serta interview yang dilakukan melalui aplikasi Skype, akhirnya membuat Bekti dinyatakan lolos program beasiswa DAAD (Deutscher Akademischer Austausch-Dienst) sebagai wadah untuk mewujudkan mimpinya. DAAD adalah program beasiswa yang disediakan bagi pelajar yang berniat melanjutkan studi pascasarjana dimana program tersebut dibentuk dengan kerjasama antara negara Thailand dan Jerman di Sirindhom International Thai – German Graduate School of Engineering (TGGS). Dikarenakan kerjasama itulah yang membuat Bekti akhirnya akan merasakan tahun pertama perkuliahan di Thailand serta tahun kedua perkuliahan di Jerman. Selama melanjutkan pendidikan S2 ini, ia berencana mengambil program studi Communication Engineer yang sesuai dengan kuliah S1 Teknik Elektro di Universitas Al Azhar Indonesia.

     Diakhir artikel ini, ia ingin menyampaikan pesan kepada pembaca pada umumnya serta para mahasiswa teknik elektro UAI khususnya agar jangan terlalu nyaman dengan kondisi sekarang dan selalu mencoba apapun yang menurut oranglain sulit dilakukan. Apapun tujuan setelah lulus dari kuliah S1 nanti, jalani dengan sebaik mungkin dan memang akan lebih bagus jika memiliki Index Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3.0 untuk mempermudah melanjutkan studi S2 ataupun bekerja nantinya.

“Jaga komunikasi dengan dosen, alumni, senior, maupun junior selama kuliah karena ada saatntya kedepan kita butuh bantuan. Dan jangan takut bermimpi.”, tutupnya.

 

 

Penulis : Azmi Azizah Azzahra