BEBERAPA HAL MENYENANGKAN DAN TIPS MENJADI KETUA HIMPUNAN

Sebagai mahasiswa kadang bingung ingin menjadi mahasiswa yang seperti apa. Mau aktif kuliah doang, aktif organisasi, atau dua-duanya. Biasanya yang sulit untuk menentukan tiga pilihan itu adalah mahasiswa baru. Dilema tentunya, kalau ikutan organisasi takut gak bisa bagi waktu, kalau gak ikutan nanti dibilang kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Alhamdulillah, saya bisa dua-duanya heheJ.

Waktu semester satu dulu, saya masih seperti mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) soalnya kalau untuk beradaptasi sama orang lain itu lama. Dan untungnya satu angkatan orangnya baik-baik dan saya suka diajak berkumpul. Saya jadi mengenal masing-masing kepribadian satu angkatan. Tidak hanya satu angkatan saja, kakak tingkat atas pun suka mengajak berorganisasi dan memberikan tips-tips belajar dijurusan teknik elektro.

Jurusan teknik elektro di UAI itu punya banyak kegiatan untuk mahasiswa baru. Seperti mentoring, pelatihan robotika, kuliah umum, pelatihan leadership, bakti sosial, dan gathering. Semua kegiatan tersebut dikelola oleh KMPS (keluarga mahasiswa program studi) atau ditugaskan kepada setiap himpunan disetiap jurusan, kalau di jurusan teknik elektro namanya HIMATEK (himpunan teknik elektro). Untuk menjadi bagian dari HIMATEK ketika disemester tiga.

Pengalaman saya menjadi ketua HIMATEK suatu kebanggaan tersendiri bisa memimpin sekaligus pembelajaran bagi saya yang memiliki banyak kekurangan dalam hal kepemimpinan apalagi saya perempuan. Saya heran kenapa yang menjadi ketua himpunan perempuan (saya) padahal calon kandidat lainnya dua orang laki-laki. Awal pencalonan ketua himpunan itu karena saya ditunjuk. Pokoknya ada insiden sesuatu yang membuat saya menjadi calon kandidat ketua himpunan. Untuk calon kandidat memiliki tim suksesnya masing-masing (macam seperti pemilihan presiden saja hehe).

Waktu ditunjuk sebenernya saya tidak mau menjadi calon kandidat ketua himpunan karena saya belum bisa berbicara dengan benar didepan orang, yah suka grogi gitu. Tapi apalah daya teman-teman juga mendukung akhirnya saya menyerah dan mengikuti arus saja. Tim sukses sibuk dengan kreatifitasnya untuk mendukung calon kandidat. Seperti membuat poster, membuat yel-yel dan membuat visi misi untuk selalu mendukung calon kandidatnya. Rasanya seru dan menyenangkan karena berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan menjadi ketua HIMATEK. Dan terpilihlah saya “Riny Alfina” menjadi ketua HIMATEK 2015-2016.

Kegiatan organisasi seperti ini biasanya sering mangadakan rapat bersama. Bikin program kerja misalnya Voltz (pelatihan kepemimpinan untuk adik kelas), Elektro Cup (lomba yang berhubungan tentang olahraga), Genereal Lecture (kuliah umum), Bakti Ssosial dan Gathering (berkumpul dan sharing dengan alumni teknik elektro). sebelum membuat proker atau program kerja saya harus membuat jabatan struktural agar saya bisa membagikan job desk dengan mudah.

Menjadi ketua himpunan tidaklah mudah karena menjadi pemimpin harus menerima resiko apapun, memiliki tanggungjawab yang besar untuk menjadikan teknik elektro lebih baik. Banyak resiko yang harus dihadapi misal konflik dengan siapa saja, perbedaan presepsi dari karakter setiap individu, dan sulitnya membagi waktu untuk mengerjakan tugas kuliah.

Tetapi, keuntungan menjadi ketua himpunan sangatlah berguna untuk ke depannya misal dikenal seluruh dosen teknik elektro dan juga dekan, dikenal dengan alumni elektro jadi kan bisa punya banyak link juga, melatih diri menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana.

Seandainya kalian yang ingin sekali menjadi ketua himpunan saya punya tips dan trik nih supaya kamu gampang dipilih menjadi ketua himpunan.

  1. Mengatur niat.
  2. Memiliki tanggung jawab.
  3. Percaya diri.
  4. Dan menerima konsekuensi.

Semoga tips dan trik ini membantu kalian yang ingin menjadi ketua himpunan sebab menjadi pemimpin itu cukup sulit, amanah yang diberikan merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Seperti yang tertera penggalan ayat berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercaya kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS:Anfal 27) .